Jumat, 02 Mei 2014

Pengobatan Berbasis Bukti (Evidence Based Medicine)

Salah satu aspek yang harus dipenuhi dalam memberikan asuhan kebidanan yang bertanggung jawab adalah dengan mengacu pada hasil penelitian yang paling up to date. hasil penelitian yang didapatkan beserta rekomendasi dari peneliti dijadikan sebagai acuan dalam memberikan pelayanan.Beberapa hasil penelitian mengenai ibu hamil antara lain sebagai berikut :
1.penelitian mengenai ibu hamil dari KB yang dilakukan Dra. Flourisa Julian Sudrajad, M.Kes., dari puslitbang-KR-BKKBN tahun 2003 di 10 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, menemukan bahwa :
  • sebanyak 45% wanita tidak tahu mengenai jenis komplikasi dalam kehamilan;
  • sebanyak 83% wanita hamil memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan, cakupan ini lebih rendah dari target PWS-KIA, yaitu 90%;
  • cakupan K1 (kunjungan atau kontak pertama antara wanita hamil trimester I dengan tenaga kesehatan) sebanayak 56-90%, belim sesuai dengan cakupan K1 Propenas tahun 2010 sebanyak 90%;
  • cakupan K4 (kontak atau kunjungan wanita hamil yang keempat kalinya dengan tenaga kesehatan, dilakukan di trimester III) sebanayak 40-90%, target propenas tahun 2010, K4 sebesar 90%;
  • lebih dari 50% responden tidak tahu mengenai komplikasi dalam masa persalinan dan masa nifas;
  • hanya 26% cakupan bayi yang mendapat imunisasi lengkap, sedangkan 8% lainnya tidak mendapat imunisasi sama sekali;
  • tingkat pengetahuan dan KB cukup tinggi, yaitu 90%;
  • sebanyak 18-70% wanita tidak tahu bagaimana cara menghindari penyakit AIDS. 
2. penelitian yang dilakukan oleh Jumirah, dkk, tahun1998 menemukan bahwa ibu hamil penderita anemia berat mempunyai resiko 4,2 kali lebih besar untuk melahirkan bayi dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).

3.dari staf pengaja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengemukakan hasil penelitiannya mengenai pemeriksaan kehamilan terhadap pemelihan penolong persalinan, yaitu sebagai berikut :
  •  ibu hamil yang melakukan ANC minimal 4 kali mempunyai peluang dua kali lebih besar untuk memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinannya daripada ibu hamil ANC yang kurang dari 4 kali.
  • ibu hamil yang mendapat konseling pada saat ANC mempunyai peluang 3,7 kali lebih besar untuk memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan daripada ibu hamil yang tidak mendapat konseling.
4. S.M Willer seorang peneliti dari Utrecht University, Belanda, menemukan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi apel selama masa kehamilannya dapat mengurangi asma pada bayinya.

5. seorang peneliti Denmark mengatakan bahwa ada korelasi yang positif antara meminum susu selama hamil dengan berat badan dan panjang badan bayi yang dilahirkan.

6. Ezzra Susser peneliti dari Amerika menemukan bahwa penurunan mental pada anak-anak disebabkan oleh penyakit flu yang diderita oleh sang ibu saat kandungannya berjalan pada tiga bulan pertama masa kehamilan (trimester I).

7. Rossi Anggraini 2007 menemukan bahwa jarak kelahiran daro tujuh bulan meningkatkan risiko kematian perinata; sebesar 4,77 kali dibandingkan dengan jarak kelahiran yang lebih dari tujuh bulan.

8. Dr, Cuno S,P,M. Uiterwaal, pemimpin penelitian dan professor yang bekerja sama dengan klinik epidemiologi di University Medical Center, Utrecht menemukan bahwa orang tua perokok dapat membahayakan kesehatan anak mereka, termasuk sistem kardiovaskuler mereka yanbg dapat dideteksi sejak awal kehamilannya.

9.serta masih banyak lagi penelitian lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar