Kamis, 01 Mei 2014

Informasi yang diberikan ketika memberikan Asuhan Kebidanan

Trimester I
a. Menjalin hubungan saling percaya
ini merupakan langkah paling awal namun akan sangat menentukan kualitas asuhan di waktu-waktu berikutnya.hubungan saling percaya antara pasiendan bidan mutlak harus dapat dipenuhi sehingga informasi dan penatalaksanaan yang diberikan dapat selalu sesuai dengan data yang disampaikan pasien secara jujur. bisa dibayangkan jika pasien tidak dapat percaya dengan bidan dan memeberikan data yang tidak sesuai ,maka terjadi gangguan pada ibu,bidan tidak dapat mendeteksi sehingga akan berakibat fatal yaitu salahdalam memberikan pelayanan.
b.Deteksi masalah
pada tahap awal pemberian asuhan,bidan melakukan deteksi kemungkinan masalah atau komplikasi yang muncul dengan melakukan penapisan-penapisan.Beberap diantaranya adalah penapisan kelainan bentuk panggul pada pasien dengan tinggi badankurang dari 145 cm,pre-eklamsi,hipertensi dalam kehamilan,infeksi dan sebagainya. penapisan ini dilakukan melalui proses pengkajian data subjektif dan objektif serta ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium,USG,serta rontgen.
c. mencegah masalah (TT dan anemia)
pencegahan masalah anemia merupakan prioritas utama yang harus dilakukan oleh bidan karena anemia merupakan penyebab utama perdarahan postpartum.Berdasarkan data Departemen Kesehatan, penyebab kematian ibu terbanyak di Indonesia adalah perdarahan. Selain anemia, bidan juga harus melakukan pencegahan penyakit tetanus neonaturum karena penyakit ini memberikan peran yang cukup besar dalam menyebabkan kematian bayi.
d.persiapan persalinan dan komplikasi
meskipun proses persalinan masih cukup lama, namun bidan tetap harus menyampaikan informasi ini seawal mungkin sehingga pasien dan keluarga sudah mempunyai gambaran mengenai apa yang harus direncanakan. Selain itu untuk memberdayakan pasien dan keluarga, beberapa komplikasi yang mungkin terjadi dalam kehamilan juga perlu disampaikan sejak dini sehingga pasien dan keluarga dapat ikut aktif dalam pemantauan perjalanan kehamilannya.
e. perilaku sehat (gizi, latihan/senam, kebersihan, istirahat).
untuk informasi ini bidan perlu menyampaikan materi perilaku hidup sehat secara terperinci karena aspek ini merupakan hal sangat menentukan kualitas kesehatan ibu hamil.

Trimester II
  Gejala pre-eklamsi Ringan
setelahbidan menyimpulkan bahwa pasien sudah cukup paham dengan informasi yang harus diketahui pada trimester I, maka pada trimester II bidan memberikan informasi yang berkaitan dengan pre-eklamsi ringan. Bidan mengajak pasien dan keluarga untuk aktif dalam memantau kemungkinan gejala-gejala pre-eklamsi ringan dalam kehamilannya sehingga timbil tanggung jawab bagi pasien dan keluarga untuk mempertahankan kesehatannya secara mandiri.

Trimester III
a. Gemeli (28-36 minggu)
pada usia kehmilan ini informasi yang perlu disampaikan adalah hasil pemeriksaan kesejahteraan janin dalam kandungan, salah satunya adalah janintunggal atau ganda. informasi tersebut akan mengurangi beberapa kekhawatiran yang dirasakan oleh ibu dan keluarga berkaitan dengan janin.
b. Letak janin (> 36 minggu)
gambaran persalinan yang akan dilalui merupakan salah satu hal yang dikhwatirkan oleh ibu dan keluarga pada akhir masa kehamilan. Informasi mengenai kepastian letak dan posisi janin akan mengurangi kecemasan pasien. Ibu akan merasa lebih siap jika di berikan gambaran mengenai proses persalinan secara lengka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar